MY CART


You have 0 item's in your cart.

SUBTOTAL0
CHECK OUT
0

Up Close and Personal with Our Manager: Fiman Prayudi Utama

Photo

Up Close and Personal with Our Manager: Fiman Prayudi Utama

  Friday, May 18, 2018

1. Ceritakan tentang diri anda dan peran anda di Amble.

Halo, saya Fiman Prayudi Utama, 26 tahun. I’m the General Manager of Amble Footwear. Di Amble, peran saya adalah mengatur semua bidang, semua bagian dalam struktur Amble baik dalam segi strategis maupun teknis. Jadi saya menjalankan tanggung jawab untuk memastikan strategi awal yang sudah ditentukan bisa tercapai secara maksimal.

 

2. Bagamana awal mula Anda bergabung dengan Amble?

Awal mulanya adalah sekitar tahun 2009, yaitu semenjak awal berdirinya Amble. Sebelumnya saya sudah bekerja sama bersama Mas Agit (CEO dan Founder Amble) sejak tahun 2008, namun akhirnya baru pada tahun 2009 bergabung dengan tim Amble yang saat itu memang baru dibentuk.

 

3. Any interesting ups-and-downs story which turned out to be memorable?

Sebenarnya pengalaman menarik yang sudah dilewati cukup banyak, tapi yang paling berkesan adalah pengalaman di tahun-tahun awal Amble. Sekarang ini, tim Amble sudah memiliki gambaran untuk menjalankan Amble dari pengalaman-pengalaman terdahulu. Kalau dulu, pengalaman dan pengetahuan kami masih sedikit dan baru pertama sekali menghadapi masalah-masalah yang ditemui, sehingga perjuangannya jadi menarik.

Saya ingat, dulu kami pernah harus membuat 120 dus packaging Amble untuk sebuah event secara manual, seluruhnya dengan tangan sendiri. Jadi kami melipat dus semalaman penuh, lalu esok paginya sudah harus diantar menggunakan motor ke venue. Pengalaman di event biasanya memang paling memorable, bagaimana kami loading barang bersama, berdesak-desakan dengan orang-orang di lorong belakang mall yang sempit, dan melewati jam-jam hectic setiap harinya. Di tahun-tahun awal anggota tim kami masih sedikit, jadi hal-hal yang detail kadang harus bersusah payah dikerjakan dengan tim kecil.

 

4. Perubahan terbesar apa yang pernah terjadi dalam hidup anda?

I don’t know if this counts as a life-changing experience, but I used to dream to be an artist. Semenjak kecil, walaupun dari awal punya banyak impian seperti menjadi astronot atau dokter, pada akhirnya saya selalu ingin menjadi seorang seniman -- pelukis, lebih tepatnya. Kemudian, saat kuliah saya masuk jurusan manajemen, dan secara perlahan teralihkan ke dunia bisnis dan industri. Jadi, di momen kuliah tersebut ada perubahan besar mindset akan masa depan, semacam menjadi sedikit lebih realistis.

Saya kemudian juga dipertemukan dengan Mas Agit, dan selama di Amble saya benar-benar digodok luar biasa. Semua pengalaman yang saya dapatkan akhirnya memberi pandangan baru tentang how to live a life, bagaimana bisa bertahan dengan passion yet keep struggling and surviving in life. Perubahan tersebut walaupun bertahap namun cukup signifikan.

 

5. Siapa orang yang paling berpengaruh dalam hidup anda? Mengapa?

Yang pasti orangtua, karena selalu mengingatkan dan memberi arahan dalam hidup saya. Mereka selalu mendukung pilihan saya, juga memberi masukan dan pertimbangan seperti mengingatkan semua resiko yang akan dihadapi dan gambaran ke depan tentang pilihan yang akan diambil. Contohnya menjelaskan mengapa saya harus sedikit menyeimbangkan rasa idealisme untuk surviving in life. Sampai sekarang mereka masih terus mendukung apapun yang saya jalani.

 

6. Tiga fashion item yang hampir selalu dipakai setiap hari?

Outerwear, jam tangan, dan sepatu Amble.

 

7. Saat ini punya berapa pasang sepatu?

12-14 pasang, kira-kira.

 

8. What is your favorite exercise?

Swimming.

 

9. Seandainya bisa menjadi karakter fiksi apapun, ingin menjadi siapa?

Mystique. (tertawa bersama, kemudian melanjutkan)

Mystique, sih. Dia bisa berubah bentuk menjadi apapun dan bisa meniru kemampuan siapapun. Jadi saya bisa punya ability yang banyak sekali tergantung siapa yang saya tiru. Paket lengkap.

 

10. Apa judul buku dan film favorit Anda?

Would you be surprised if I say "Harry Potter"?  Kebetulan buku tersebut booming ketika saya SMP kelas 1, dan momen tersebut adalah pertama kalinya saya yang awalnya tidak suka membaca buku menjadi rajin membaca. In the end, we kind of grew up together. Saya menjadi peminat sejak awal seri dan setiap tahunnya saya pasti selalu menunggu seri lanjutannya, dalam bentuk buku maupun film.

Film: Lord of The Rings. I love to imagine something fictional, since I’m passionate in art. I love movies that allow me to make my own fantasy.